ENJOY THIS BLOG ! :D

Ngiklan

Rabu, 22 Mei 2013

Pernah gak, ngebayangin bikin cerita buat dibikin iklan? Saya pernah. Dulu sekali, kelas 1 SMA. Saat itu ada semacam kompetisi yang diselenggarakan oleh salah satu produk multivitamin penambah tinggi badan. Peserta diwajibkan membuat sebuah esay maksimal 1 halaman tentang pengalaman atau cerita menarik tentang postur tubuh. Ceritanya, saat itu saya cukup tertarik mengikuti kompetisi tersebut. Sudah ada bayangan cerita, sudah ditulis malah. Begini ceritanya.

***
Namaku Aska, Adrian Laskar. Tinggi badan 155 cm, lebih pendek daripada abangku, Chandra. Suatu saat kami berdua diminta mengecat rumah tetangga. Karena tubuhku pendek, aku tidak ikut mengecat dan hanya menonton Chandra mengecat rumah. Sementara di sebelahku, Reta (anak tetangga yang ku taksir) ikut menonton sambil sesekali tersenyum melihat aksi Chandra.
"Diminum dulu Bang, airnya," suguh Reta dengan sopan. Chandra hanya menyunggingkan sedikit senyum di sudut bibirnya.
Ah, kesal sekali ! Aku malu pada Reta karena tidak bisa memamerkan kemampuanku di hadapannya. Aku justru membuatnya berpikir diriku tak bisa diandalkan sehingga perhatiannya hanya tertuju pada Chandra. Karena minder, sejak saat itu aku mencoba berbagai cara untuk menambah tinggi badan. Mulai skipping, basket, sampai fitness. Lalu aku mulai sering berjalan bersisian dengan Chandra untuk membandingkan tinggi badan kami. Aku selalu menyejajari langkahnya, mendekatkan bahu kami, dan melihat kepalanya. Chandra justru memandangku dengan tatapan aneh, curiga, dan heran bila aku bertingkah demikian. Biasanya aku hanya nyengir kuda dan berpura-pura membersihkan ketombe di bahunya, menyuruhnya berganti shampoo, lalu menyingkir. Bodohnya, aku sama sekali tak terlihat jujur karena Chandra berkepala plontos dan tidak berketombe. Chandra berpikir aku menyindirnya.

Dengan semua usahaku, tinggi badan Chandra belum mampu kudahului. Maka aku memutuskan menambah porsi latihan dan mengonsumsi makanan berkalsium tinggi serta multivitamin. Pada akhirnya usahaku membuahkan hasil. Tinggi badanku 3 cm melebihi Chandra. Kemudian aku mendatangi Reta dan berkata,
"Ta, kalo mau ngecat lagi, atau benerin genteng, atau ngangkatin jemuran, atau apalah, Abang selalu siap sedia 24 jam. oke !"
Kemudian Reta menjawab,
"Hm, boleh deh Bang. Kebetulan genteng lagi bocor. Besok ke rumah aja Bang, tapi ajak Bang Chandra ya."
Dan, keesokan harinya aku memperbaiki genteng bocor. Seorang diri. Sementara Reta dan Chandra menonton film horror di bawah. Argh, mencuri kesempatan dalam kesempitan !

***

Yak, demikian kira-kira cerita yang ada di benak saya. Harap maklum bila agak sedikit norak, karena bikinnya pas lagi jaman-jaman ABG tua. Entah bagaimana, saya bisa membayangkan visualisasi seperti apa iklannya nanti. yah, bayangannya anak SMA kaya gimana sih. Namun, satu hal yang saya sayangkan kemudian adalah, cerita tersebut tidak pernah dikirim, karena saya merasa tidak cukup baik -dan waktu itu gak punya kartu pelajar, sebagai persyaratan. Padahal mah ya, apa salahnya dicoba dulu. Tapi ya sudahlah, sudah lama berlalu. Dan beberapa hari yang lalu secara tidak sengaja saya menemukan cerita-cerita iseng saya di masa lampau. Ini salah satunya. Well, sepertinya lumayan, buat mengisi postingan bulan ini, ya.

0 komentar:

Posting Komentar

dikomen dulu bisa kali :D

-Thanks for visit-